Perawatan Clodi,dll WAJIB BACA !!!

PERAWATAN CLODI

Popok kain/ cloth diaper secara umum terdiri atas 3 bagian :
  1. Sisi luar yang berfungsi menahan segala kotoran agar tidak bocor keluar
  2. Sisi tengah yang berfungsi menyerap dan menyimpan cairan
  3. Sisi dalam yang bersentuhan langsung dengan kulit bayi
Insert adalah sebutan umum untuk Sisi Tengah. Disebut insert, karena biasanya “disisipkan” di antara sisi luar dan sisi dalam.

PERAWATAN UMUM INSERT
Sebagai bagian penting untuk menyerap cairan, insert harus selalu dijaga agar MUDAH MENYERAP dan BANYAK MENYERAP . Kesalahan pencucian dapat menyebabkan insert tidak bisa melakukan fungsinya dengan optimal.Jangan salahkan popok bocor , lihat dulu mungkin salah mencuci.

Prewash clodi baru : 

           Clodi baru membutuhkan prewash sebelum dipakai bayi. Hal ini diperlukan untuk melepas lapisan tekstil sisa produksi.
Cara :
  • Pisahkan ember pencucian insert dari bahan alami (katun, bamboo) dengan insert dari bahan sintetis (microfiber)
  • Pemisahan perlu karena bahan alami akan melepaskan minyak alaminya (natural oil) saat dicuci. Minyak alami ini yang akan terserap oleh bahan sintetis jika pencucian dilakukan bersamaan.
  • Rendam clodi dalam ember berisi air. Cukup 10 menit.
  • Lakukan prewash (pencucian sebelum memakai produk) pada insert. Perlu diingat, 6x prewash (cuci-kering) dibutuhkan oleh bahan bamboo untuk mencapai daya serap maksimal. 3x prewash dibutuhkan oleh bahan microfiber. 1-2 kali prewash untuk insert katun. Ini diperlukan agar kedua bahan ini melepaskan natural oil-nya. Sehingga dapat menyerap dengan baik. Pencucian kurang dari jumlah tersebut akan membuat popok cepat bocor. 
  • Boleh dicuci hanya sekali sebelum dipakai, namun pada pemakaian pertama kemungkinan hanya bertahan 2-3 jam, jangan dikira daya serapnya jelek ya, teruskan pemakaian maka daya serap akan bertambah semakin lama. 
  • Cuci-kering bahan sintetis (microfiber) cukup 3 kali saja.
  • Prewash tidak membutuhkan detergen. Jika Anda ingin memberikan detergen, cukup gunakan 1/2 sendok detergen pada 5 popok.
  • Bilas dengan air mengalir lebih baik.
  • Gunakan air dingin (suhu air yang biasa dari sumber airnya)
  • Boleh menggunakan mesin cuci tapi jangan gunakan pengeringnya. Untuk insert boleh dispin, tapi cover tidak boleh. Untuk perawatan lebih baik gunakan mesin cuci dengan mode halus dan gunakan laundry net. 
  • Jangan di laundry, jangan disetrika karena akan merusak lapisan PUL. 
  • Jika cuci dengan tangan, jangan dipelintir, diremas saja. Bilas sampai tidak ada lagi busa detergen. Jika tidak sisa-sisa detergen akan mengurangi daya serap.
  • Jangan menggunakan dry clean
  • Jangan direndam semalaman
  • Jangan menggunakan sabun colek/sabun mandi
  • Pencucian bisa dilakukan manual dengan tangan atau dengan mesin cuci. Mesin cuci bukaan atas (top loading) lebih baik untuk mencuci clodi karena menggunakan air lebih banyak. Bukan depan (front loading) tidak mengapa. 
  • Jika anak mengalami ruam popok, gunakan liner tambahan di atas insert. Hal ini berguna agar cream ruam popok tidak menutupi pori-pori insert yang dapat menurunkan daya serap.
  • Jangan menggunakan detergen dengan pewangi, pemutih, atau pelembut. Rekomendasi Attack Clean Maximizer atau Ultraco atau Anzav
Attack Clean Maximizer

Ultraco

Anzav

Magic clean


  •   Keringkan. Sebaiknya bagian PUL tidak terkena sinar matahari langsung.
  •      Jika musim hujan anda boleh keringkan dengan AC atau kipas angin di ruangan.

 Prinsip

  Clodi hanya membutuhkan sedikit detergen. Anda bahkan boleh mencuci clodi hanya dengan air saja. Noda membandel bisa dihilangkan oleh sinar matahari saat dijemur atau kucek dengan detergen yang disarankan. 

 Bakteri? Bau? Noda?
   Tuhan memberi matahari untuk anda sebagai pembunuh bakteri pada apapun yang dijemur. Bau akan hilang dengan banyaknya air yang anda gunakan. Noda dapat dipudarkan oleh sinar matahari sebagai pelaku bleaching alami. Perhatikan pakaian anda yang memudar warnanya jika terlalu lama dijemur, itu efek bleaching matahari.

 Perawatan harian : 

1.   Keluarkan insert, lepas kancing jika anda menggunakan setting S/M.

2.  Semprot bekas pup dengan toilet spray (disemprot dengan air) dan buang kotoran tersebut di lobang toilet. Tidak perlu disikat, karena dikucek sedikitpun sudah bersih. Sikat akan merusak kain.

3. Anda boleh mencuci langsung clodi setelah dipakai atau menumpuknya selama maksimal 2 hari untuk dicuci bersamaan. Letakkan pada ember yang ada tutupnya jika belum sempat dicuci. Namun sebaiknya cuci tiap hari untuk menghindari noda kotor menetap.

4. Jika anda menumpuk cucian clodi, sebaiknya anda bilas 1x sebelum menumpuk. 
5. Gunakan detergen sesedikit mungkin. Cukup ¼ takaran detergen dari yang dianjurkan pabrik pembuat detergen (tanpa pelembut, pewangi atau pemutih) untuk mencuci 6-8 diaper. Anda bahkan bisa mencuci diaper tanpa harus menggunakan detergen. 
6. Jika noda membandel, cuci dengan sabun cuci piring. Bilas sampai bersih sekali jangan sampai ada sisa sabun, jika tidak akan meninggalkan lapisan lilin yang mengurangi daya serap. Bilas dibawah air mengalir akan lebih baik. Jika tetap masih ada noda jemur di sinar matahari, maka nodanya akan hilang. Jika pun masih ada noda (meskipun jarang terjadi ada noda yang benar-benar membandel) lakukan stripping dengan/tanpa magic clean. Untuk noda bandel pada insert bamboo, jemur menghadap matahari. Jika tidak segera dicuci, noda di bamboo memang sulit hilang. Bamboo adalah bahan antibakteri. Bakteri sudah hilang meski noda bertahan.

7. Jemur insert hingga kering dibawah sinar matahari, untuk cover hindari lapisan PUL menghadap langsung agar lapisan PUL tetap awet.

8. Kebanyakan insert lama keringnya, anda juga bisa memakai Alas Ompol Baby Oz sebagai pengganti insert. Pada musim hujan, cara ini sangat efektif karena alas ompol cepat kering.
9. Langkah selanjutnya tidak jauh berbeda dengan langkah prewash.

Perawatan 2-3 Bulanan/STRIPPING
            Anda tahu kain pel baru? Perhatikan setelah beberapa bulan dipakai kain pek itu mulai menurun performanya, bahkan cenderung kaku. Begitu juga dengan insert popok kain. Lama pemakaian akan membuat residu menumpuk. Tumpukan residu ini menempel di insert, dan malah menurunkan performanya :  kaku, daya serap tidak seperti saat awal, mulai ada bau yang sulit hilang. Ini tandanya insert butuh peremajaan (stripping). Segera lakukan stripping :

a. Larutkan 1 sdt soda kue (baking soda) dan garam di ember kecil berisi air.

b. Rendam 10 menit. Tambahkan cuka.

c. Bilas dengan air, hasil perasan akan berbusa. Pertanda residu sudah terlepas. Ulangi terus hingga busa habis. (Campuran baking soda dan garam adalah penghilang bau dan noda. Cuka sebagai pembunuh bakteri dan pelembut.
d. Stripping bisa juga dilakukan dengan mesin cuci front loader. Atur suhu 30 derajat, masukkan sedikit baking soda + cuka. Jalankan mesin.

            Stripping juga bisa dengan menggunakan detergen khusus stripping yang sudah banyak dijual (magic clean).
    (catatan : jika menggunakan detergen anzav stripping tidak perlu dilakukan).



PERAWATAN MENSPAD

 Pencucian Awal :
1. Lakukan prewash 3x (cuci-kering-cuci-kering-cuci-kering) untuk melepas lapisan tekstil pada pembalut baru.
2. Cukup cuci dengan air mengalir saja, namun jika ingin menambahkan detergen, gunakan sesedikit mungkin. Untuk 1 pembalut, cukup detergen seujung jari.
3.  Bilas dengan air mengalir
4. Jemur Menghadap matahari, jika cuaca mendung jemur dalam ruangan dan dianginkan dengan kipas angin diperbolehkan
5.  JANGAN DISETRIKA

Pencucian Saat Pembalut Kotor : 

1. Idealnya ganti pembalut setiap 3-4 jam agar area kewanitaan tidak jadi area favorit bakteri dan jamur

2. Lepas pembalut dari celana. 

3. Cuci di bawah air mengalir. Noda akan mudah terlepas tanpa harus dikucek. 

4. Jika ada noda membandel, beri setitik detergen di noda tersebut, kucek. 

5.  Bilas hingga air bilasan pembalut benar-benar tidak berbusa. 

6.  Jemur menghadap matahari. Bleaching alami akan terjadi karena matahari bersifat memudarkan noda, dan membunuh bakteri.


 

Pencucian saat di perjalanan/ tempat umum : 

1.  Lakukan perlakuan yang sama dengan pencucian saat pembalut kotor.

2. Jika tidak ada sabun, gunakan air saja. Pembalut kain ini sangat mudah dicuci tanpa sabun sekalipun. 

3.  Bilas dan peras hingga kering, lalu masukkan pembalut di wet bag. 

4. Sampai di rumah atau tempat tujuan, bilas ulang pembalut lalu jemur. 

5. Lakukan langkah yang sama dengan Pencucian Saat Pembalut Kotor

PENTING ! PERAWATAN BERKALA :
    Setelah beberapa bulan pemakaian, biasanya residu dari sabun cuci akan menumpuk, membuat pembalut kaku dan kinerja menurun. Ini berarti pembalut membutuhkan stripping. Cara stripping sama dengan clodi.

Peringatan :
1. Jangan disikat
2. Jangan disetrika
3. Jangan pakai detergen dengan pelembut, sabun colek, sabun mandi dengan moisturizer, shampoo, sabun batangan. Jika anda tidak membawa detergen, cukup bilas pembalut anda dengan air mengalir. Pencucian dengan bahan yang dilarang akan menutup pori kain, sehingga daya serap pembalut berkurang. Agar awet jangan rendam pembalut semalaman.
4. Jangan mencuci dengan air bersuhu > 40 derajat.

Problems 
Pembalut bergeser gunakan celana dalam yang pas (jangan yang longgar)
Mulai ada rasa gatal setelah pemakaian beberapa lama (3-6 bulan) lakukan stripping, residu sudah menumpuk di pembalut anda.
Mahal 1 pembalut bisa dipakai berulang hingga kain rusak bertahun-tahun, sebanding dengan kenyamanan yang anda dapat.
Malas mencuci bahkan pembalut sekali pakai yang anda buang juga harus dicuci sebelum dimasukkan di tempat sampah. Noda darah pada pembalut kain baby oz jauh lebih mudah dicuci dari pembalut sekali pakai.

Untuk menspad lebih baik cuci tangan, sedangkan untuk breastpad kain lebih mudah dengan mesin cuci namun dilindungi dengan laundry net (sudah dapat dalam 1 pack breastpad).

PADA DASARNYA PERAWATAN CLODI, MENSPAD, DAN BREASTPAD KAIN ADALAH SAMA !! 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Free ongkir untuk indonesia bag.barat, diskon 50% untuk indonesia bag.tengah dan diskon 25% untuk indonesia bag.timur
Kontak Kami:
(SMS/WA)
087816772588
Instagram : bintang clodi
Pin BBM : D9C2CCD0
email: bintangclodi@gmail.com